<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rismono&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://rismono.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rismono.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Oct 2009 15:49:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rismono.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rismono&#039;s Blog</title>
		<link>http://rismono.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rismono.wordpress.com/osd.xml" title="Rismono&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rismono.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>karya ilmiah</title>
		<link>http://rismono.wordpress.com/2009/10/20/karya-ilmiah/</link>
		<comments>http://rismono.wordpress.com/2009/10/20/karya-ilmiah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 15:47:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rismono</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rismono.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Karya Ilmiah Dilema bagi Guru Posted in Berita on 17 Januari 2009 by sastrategal BANYAKNYA guru di Kota Tegal yang mengalami kesulitan naik pangkat setingkat menjadi IV/b, mencuatkan keprihatinan, sekaligus menyisakan tanda tanya. Ini karena guru yang berpangkat IV/a masih sekitar 1.000 orang, sedangkan yang berpangkat IV/b baru sekitar 15 orang (SM 15/1). Pangkat mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismono.wordpress.com&amp;blog=10022507&amp;post=17&amp;subd=rismono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a title="Permanent link to Karya Ilmiah Dilema bagi Guru" href="http://sastrategal.wordpress.com/2009/01/17/karya-ilmiah-dilema-bagi-guru/">Karya Ilmiah Dilema bagi Guru<span id="more-17"></span></a></h2>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US">Posted in <a title="Lihat seluruh tulisan dalam Berita" href="http://id.wordpress.com/tag/berita/">Berita</a> on 17 Januari 2009 by sastrategal</span></p>
<p>BANYAKNYA guru di Kota Tegal yang mengalami kesulitan naik pangkat setingkat menjadi IV/b, mencuatkan keprihatinan, sekaligus menyisakan tanda tanya.</p>
<p>Ini karena guru yang berpangkat IV/a masih sekitar 1.000 orang, sedangkan yang berpangkat IV/b baru sekitar 15 orang (SM 15/1). Pangkat mereka tertunda gara-gara persyaratan, yakni harus membuat karya ilmiah.</p>
<p>Salah seorang pakar penelitian yang belakangan ini sering mengisi seminar soal itu, Drs Rismono MPd kemarin mengakui, dia agak sulit memahami penyebabnya. Alasannya, dalam penulisan ilmiah ada acuannya, yakni metoda dan sistimatika penulisan.</p>
<p>’’Namun kendala utama menurut saya, mungkin karena guru sehari-hari menggunakan bahasa lisan, sehingga merasa mengalami kesulitan dalam menstranfer ide ke dalam bentuk bahasa tulis,’’ ujarnya.</p>
<p>Menurut Rismono, berdasarkan informasi, setiap tahun ada sekitar 5.000 guru yang mengajukan kenaikan pangkat menjadi IV/b. Dari jumlah itu, hanya sekitar 30 persen yang lolos. Di Kota Tegal dari sekitar 1.000 guru berpangkat IV/a, yang sudah IV/b baru sekitar 1-2 persen.</p>
<p><strong>Belum Jelas</strong></p>
<p>Kepala SMA Negeri 5 itu juga bingung ketika ditanya penyebab banyak karya tulis yang tidak lolos. Namun kemungkinan karena belum jelasnya petunjuk operasional pelaksanaan dan standar penilaian kualitas karya tulis.</p>
<p>’’Agar penilaian bisa transparan dan fair, tim penilai karya tulis dari Depdiknas sebaiknya perlu turun ke daerah-daerah. Sebab, saat ini muncul wacana di kalangan guru, lulus dan tidaknya karya tulis itu seperti untung-untungan,’’ tandasnya.</p>
<p>Mengidentifikasi permasalahan di kelas, diakui Rismono memang tidak mudah. Lebih sulit lagi melakukan bentuk tindakannya. Agar guru tidak meraba-raba materi, yang perlu dibenahi adalah sosialisasi kemanfaatan dari adanya penelitian tindakan kelas.</p>
<p>Ini perlu, agar guru swasta maupun negeri bisa mendapatan data yang aktual dalam rangka penyempurnaan kondisi pembelajaran, serta guru mampu mengevaluasi kelemahan, sekaligus mampu memperbaiki kelemahan itu dengan model, gaya, strategi maupun pendekatan pembelajaran.</p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Intinya, kata dia, kompleksitas akan semakin terpenuhi apabila seorang guru mampu melakukan inovasi pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas. Hal demikian menurut Rismono akan semakin memudahkan tercapainya tujuan sekolah yang efektif dan efisien. </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">(<em><a href="http://suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&amp;id_beritacetak=47754" target="_blank">Nuryanto Aji-15, Suara Merdeka, 17 Januari 2009</a></em>)</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rismono.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rismono.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rismono.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rismono.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rismono.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rismono.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rismono.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rismono.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rismono.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rismono.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rismono.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rismono.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rismono.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rismono.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismono.wordpress.com&amp;blog=10022507&amp;post=17&amp;subd=rismono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rismono.wordpress.com/2009/10/20/karya-ilmiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ccc17ed94c4dd46786e0d9a63a80bed8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rismono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>class reform 3</title>
		<link>http://rismono.wordpress.com/2009/10/20/class-reform-3/</link>
		<comments>http://rismono.wordpress.com/2009/10/20/class-reform-3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 14:06:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rismono</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rismono.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Kegagalan sementara para guru dalam mengelola kelas, disebabkan oleh beberapa hal  antara lain : (1) metode pembelajaran masih didasarkan pada paradigma mengajar, cara berfikir sebagian guru dipengaruhi oleh teori psikologi tingkah laku. Siswa yang melakukan kesalahan sering dihukum dalam berbagai bentuk, seperti komentar negatif, mimik yang meremehkan dan lain sebagainya, (2) sebagian guru kurang menghargai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismono.wordpress.com&amp;blog=10022507&amp;post=12&amp;subd=rismono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoHeading9" style="margin-left:0;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IT">Kegagalan sementara para guru dalam mengelola kelas, disebabkan oleh beberapa hal  antara lain : (1) metode<span id="more-12"></span> pembelajaran masih didasarkan pada paradigma mengajar, cara berfikir sebagian guru dipengaruhi oleh teori psikologi tingkah laku. Siswa yang melakukan kesalahan sering dihukum dalam berbagai bentuk, seperti komentar negatif, mimik yang meremehkan dan lain sebagainya, (2) sebagian guru kurang menghargai pendapat dan alur berfikir siswa, (3) guru tidak rela dikritik, (4) guru merasa paling bisa di depan kelas. Oleh karena itu untuk mengupayakan kualitas pembelajaran perlu dilakukan reformasi kelas <em>(calss reform)</em> yaitu pembaharuan proses pembelajaran di kelas. Reformasi dilakukan dengan m</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IT">erubah paradigma proses pembelajaran dari mengajar <em>(teaching)</em> menjadi belajar <em>(learning) </em>dan dari sentral pembelajaran kepada guru <em>(teacher centered)</em> menjadi sentral pembelajaran kepada siswa <em>(student centered)</em>. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IT">Reformasi dalam pembelajaran dapat dilakukan melalui upaya-upaya berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:black;" lang="IT">1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="color:black;" lang="IT">Mengubah peran siswa dari sebagai penerima yang pasif menjadi pelaku yang aktif. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IT">Pengetahuan akan lebih bermakna bagi siswa apabila siswa sendiri yang secara aktif mengkonstruksi atau merekonstruksinya. Untuk menjadikan siswa aktif dalam pembelajaran perlu diciptakan kondisi yang menyenangkan, agar siswa termotivasi untuk belajar, maka ia harus dapat melihat makna dan manfaat dari apa yang dipelajarinya. Siswa hendaknya tidak diperlakukan sebagai manusia pasif, sebagai tabula rasa atau bejana kosong yang ke dalamnya dapat diisi apa saja sesuai keinginan sipengisi (Souviney, 1989) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:black;" lang="IT">2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="color:black;" lang="IT">Mengubah peran guru dari sebagai pengajar yang aktif dan menggurui menjadi fasilitator, pembimbing dan pengelola kelas yang baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IT">Guru selaku fasilitator, memfasilitasi pembelajaran dan bukan mengajari siswa, guru membimbing bagi siswa yang mengalami kesulitan, sedemikian hingga tercipta kondisi belajar yang kondusif. <em>Action</em> guru harus bergeser dari aktif mengajar di kelas (hanya mentransfer pengetahuan) menjadi aktif merencanakan strategi pembelajaran, mengamati situasi anak belajar, melakukan assesmen berkelanjutan dan terbuka untuk mendapatkan <em>feedback </em>terhadap proses pembelajaran dan mengupayakan peningkatan proses belajar siswa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:black;" lang="IT">3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="color:black;" lang="IT">Mengubah kondisi pembelajaran dari situasi yang menegangkan menjadi situasi yang menyenangkan.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span style="color:black;" lang="IT">Ada anggapan bahwa lebih baik anak tidak harus pintar tetapi kecerdasan emosinya tinggi, dia menyukai belajar dan menikmati hidup serta berfikir positif terhadap dirinya dan diri orang lain daripada pintar tetapi stres. Apabila siswa senang senang belajar dan dapat menikmatinya akan memberikan peluang bagi siswa untuk dapat memahami dengan lebih baik pelajaran yang dipelajarinya, dengan demikian akan meningkatkan kualitas pemahaman dalam proses pembelajaran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:black;" lang="IT">4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="color:black;" lang="IT">Menciptakan suasana yang santun, terbuka dan komunikatif yang dapat menimbulkan suasana belajar yang menyenangkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IT">Budaya santun yang dapat diciptakan di kelas akan membawa pada kondisi belajar menyenangkan yang memberi peluang siswa untuk lebih memahami materi yang dipelajarinya lebih besar. Keterbukaan dalam melakukan penilaian hasil belajar siswa akan menumbuhkan rasa percaya diri dan kepercayaan terhadap guru semakin besar. Siswa akan dapat menerima apabila kesalahannya ditunjukkan  dan dibimbing untuk melakukan perbaikan, sebaliknya siswa merasa tidak dapat menerima, jika disalahkan sementara tidak tahu kesalahannya. Umumnya siswa tidak begitu suka terhadap bentuk komunikasi yang sifatnya menasehati secara verbal dan <em>pressure</em>. Guru hendaknya mampu menempatkan diri sebagai guru, orang tua, atau bahan sebagai teman belajar yang lebih mengetahui kesulitan siswa dan dapat mendampinginya dengan baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IT">Inti dari reformasi kelas adalah terdapatnya perubahan paradigma dalam pembelajaran yang berupa siswa aktif guru aktif, santun, terbuka, komunikatif, empatik, realistis/kontekstual dan sabar. Tercapainya tujuan pembelajaran dapat diupayakan melalui adanya hubungan harmonis yang telah diciptakan melalui reformasi kelas, perubahan paradigma pembelajaran akan mengubah pula kepada pola hubungan antara siswa dan guru. Antara guru dan siswa diharapkan saling memiliki keterbukaan untuk dikritik dan menerima kritik tanpa harus merasa tersinggung selama kritik dilakukan dengan santun dan tidak ada upaya memojokkan, sehingga potensi yang dimiliki siswa berupa kekurangan dan kelebihan dapat diupayakan untuk dikembangkan. Imbasnya adalah, dengan  reformasi kelas akan tercipta kualitas pembelajaran yang berujung kepada meningkatnya kualitas atau mutu hasil belajar siswa. </span></p>
<h5><span style="color:black;" lang="IT">Daftar Pustaka</span></h5>
<p class="MsoBodyTextIndent2"><span style="color:black;" lang="IT">Depdiknas.2003. <em>Guru di Indonesia. </em>Jakarta:Depdiknas</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2"><span style="color:black;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2"><span style="color:black;" lang="SV">Depdiknas.2001. <em>Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah</em>. Jakarta:Depdiknas</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2"><span style="color:black;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2">Nursisto. 2001. <em>Spektrum Pengalaman Lapangan Dalam Dunia Pendidikan</em>. Jakarta:Depdiknas</p>
<p class="MsoBodyTextIndent2">
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Y. Marpaung.2004. Belajar mencintai lingkungan melalui MIPA khususnya melalui matematika. Makalah disajikan pada semiloka PGSD di Universitas Atma Jaya,Jakarta. Jakarta: 12 Juni 2004</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rismono.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rismono.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rismono.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rismono.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rismono.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rismono.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rismono.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rismono.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rismono.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rismono.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rismono.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rismono.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rismono.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rismono.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismono.wordpress.com&amp;blog=10022507&amp;post=12&amp;subd=rismono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rismono.wordpress.com/2009/10/20/class-reform-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ccc17ed94c4dd46786e0d9a63a80bed8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rismono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>class reform 2</title>
		<link>http://rismono.wordpress.com/2009/10/20/class-reform-2/</link>
		<comments>http://rismono.wordpress.com/2009/10/20/class-reform-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 14:02:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rismono</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rismono.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Reformasi Kelas Menciptakan demokrasi di kelas bukanlah hal yang mudah, akan tetapi memerlukan persiapan baik materi maupun mental. Secara materi, guru harus memiliki kompetensi penguasaan materi pembelajaran, strategi pembelajaran, metode, teknik dan model-model pembelajaran, penggunaaan media dan alat peraga serta yang tidak kalah pentingnya adalah guru mampu mengenali kondisi psikologis anak didiknya. Pada sisi mental, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismono.wordpress.com&amp;blog=10022507&amp;post=10&amp;subd=rismono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="margin-left:0;text-indent:0;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IT">Reformasi Kelas</span></h3>
<p class="MsoHeading9" style="margin-left:0;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IT">Menciptakan demokrasi di kelas bukanlah hal yang mudah, akan tetapi memerlukan persiapan baik materi maupun mental. Secara materi, guru harus memiliki kompetensi penguasaan materi pembelajaran, strategi pembelajaran, metode, teknik dan<span id="more-10"></span> model-model pembelajaran, penggunaaan media dan alat peraga serta yang tidak kalah pentingnya adalah guru mampu mengenali kondisi psikologis anak didiknya. Pada sisi mental, guru diharapkan berlaku sebagai seorang ilmuwan yang memiliki tanggung jawab menerapkan ilmu yang menjadi bidang kajiannya dengan prinsip-prinsip etika, moral, dan agama agar penerapan ilmu itu tidak menurunkan keluhuran martabat manusia. Pandangan Jujun S. Suriasumantri (1986) menyebutkan lima tanggung jawab sosial ilmuwan, yaitu : (1) objektif (menilai dan memutuskan sesuatu dengan pertimbangan umum dan bukan pribadi), (2) terbuka (terbuka untuk kebenaran, rela disalahkan apabila memang salah dan tentu akan merasa senang jika dibenarkan), (3) menerima kritik  (tidak menjadi marah atau patah arang jika mendapatkan kritikan, sebaliknya akan lebih bersemangat mengoreksi karyanya), (4) kokoh dalam pendirian dan mengandalkan kekuatan argumentasi (kokoh dalam membela kebenaran teorinya secara rasional dalam diskusi atau dialog), (5) berani mengakui kesalahan. Guru yang mampu melakukan dua hal tersebut di atas, yaitu sebagai seorang pendidik sekaligus sebagai ilmuwan akan dapat menciptakan situasi pembelajaran yang dapat mendorong motivasi dan minat belajar siswa yang pada akhirnya mampu memberdayakan dan mengelola siswa. Perlu disadari oleh para guru bahwa kualitas pembelajaran akan berimplikasi logis kepada kualitas hasil belajar (kualitas hasil pembelajaran). Pembelajaran merupakan proses komunikasi fungsional antara siswa dengan guru dan siswa dengan siswa dalam rangka perubahan sikap, pola pikir yang akan menjadi kebiasaan siswa yang bersangkutan. Guru sebagai komunikator, siswa sebagai komunikan, dan materi yang dikomunikasikan berisi pesan berupa ilmu pengetahuan. Pola interaksi antara guru dengan siswa pada hakekatnya adalah hubungan antara dua pihak yang setara, yatu interaksi antara dua manusia yang tengah mendewasakan diri, meskipun yang satu telah ada pada tahap yang seharusnya lebih maju dalam aspek akal, moral maupun emosional. Guru dan siswa merupakan subjek karena masing-masing memiliki kesadaran dan kebebasan secara aktif yang memungkinkan keterlibatan mental siswa secara optimal dalam merealisasikan pengalaman belajar. </span></p>
<p><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IT">Untuk mengupayakan kualitas pembelajaran di kelas, guru perlu mengetahui beberapa pemahaman seputar pembelajaran, diantaranya adalah hakekat belajar, pembejalaran dan mengajar. Upaya ini dilakukan sebagai tahapan awal bagi terciptanya pembelajaran yang efektif, terarah, dan yang terpenting adalah tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan. Belajar merupakan suatu proses aktif yang memungkinkan manusia untuk menemukan hal-hal baru di luar (melebihi) informasi yang diberikan kepada dirinya dan menghasilkan perubahan dalam disposisi (watak) atau kapabilitas (kemampuan) manusia dari tidak trampil menjadi trampil, dari tidak dapat menjadi dapat yang berlangsung selama jangka waktu tertentu, dan tidak hanya sekedar menganggapnya sebagai suatu pertumbuhan. Bagi kaum konstruktivis, belajar adalah suatu proses organik untuk menemukan sesuatu, bukan suatu proses mekanik untuk mengumpulkan fakta. Jika seseorang mempelajari sesuatu pengetahuan, maka pengetahuan itu perlu dipelajari dalam tahap-tahap tertentu agar pengetahuan itu dapat diiternalisasi dalam pikiran (struktur kognitif) bagi yang bersangkutan. Mengajar berarti partisipasi dengan pelajar dalam membentuk pengetahuan, membuat makna, mempertanyakan kejelasan, bersikap kritis, mengadakan justifikasi Seorang guru dapat dikatakan berhasil dalam proses pembelajaran, apabila ia mampu melibatkan sebagian besar peserta didik secara aktif, baik fisik, mental maupun sosial. Pembelajaran merupakan upaya penataan lingkungan yang memberi nuansa agar program belajar tumbuh dan berkembang secara optimal, proses pembelajaran bersifat eksternal yang sengaja direncanakan dan bersifat rekayasa prilaku. Proses pembelajaran adalah proses pendidikan dalam lingkup persekolahan, sehingga proses pembelajaran memiliki arti proses sosialisasi individu siswa dengan lingkungan sekolah, seperti guru, sumber /fasilitas, dan teman sesama siswa.</span></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rismono.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rismono.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rismono.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rismono.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rismono.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rismono.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rismono.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rismono.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rismono.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rismono.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rismono.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rismono.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rismono.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rismono.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismono.wordpress.com&amp;blog=10022507&amp;post=10&amp;subd=rismono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rismono.wordpress.com/2009/10/20/class-reform-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ccc17ed94c4dd46786e0d9a63a80bed8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rismono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>class reform</title>
		<link>http://rismono.wordpress.com/2009/10/20/class-reform/</link>
		<comments>http://rismono.wordpress.com/2009/10/20/class-reform/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 13:40:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rismono</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rismono.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MELALUI CLASS REFORM Disajikan pada Diklat Lesson Study Guru-guru Matematika SMP Kota Tegal di SMP Negeri 1 Tegal Tegal, 27 November 2007 Oleh : Rismono Kualitas Pendidikan Mutu atau kualitas adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang diharapkan atau tersirat. Dalam konteks pendidikan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismono.wordpress.com&amp;blog=10022507&amp;post=5&amp;subd=rismono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoHeader" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:black;" lang="FI">MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN </span></strong></p>
<p class="MsoHeader" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:black;" lang="SV">MELALUI <em>CLASS REFORM</em> </span></strong></p>
<p class="MsoHeading9" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;color:black;" lang="SV">Disajikan pada Diklat <em>Lesson Study</em> Guru-guru Matematika SMP Kota Tegal </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;color:black;" lang="IT">di SMP Negeri 1 Tegal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;color:black;" lang="IT">Tegal, 27 November 2007</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:black;" lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoHeading9" style="text-align:center;" align="center">Oleh : Rismono<span id="more-5"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IT"> </span></p>
<h3 style="margin-left:0;text-indent:0;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IT">Kualitas Pendidikan</span></h3>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IT">Mutu atau kualitas adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang diharapkan atau tersirat. Dalam konteks pendidikan, mutu mencakup pengertian <em>input, process</em>, dan <em>output.</em> Mutu atau kualitas pendidikan merupakan masalah guru (pendidik), asumsi ini telah menjadi kecenderungan yang mengarah kepada vonis bahwa guru merupakan faktor penyebab dengan prosentase paling tinggi perihal masih rendahnya mutu pendidikan. Mutu pendidikan sebagai hasil dari adanya proses pembelajaran sering dikaitkan dengan kualitas guru atau seberapa besar kompetensi yang dimiliki oleh guru. Temuan <em>The Third International Mathematics and Science Study-Repeat</em> (TIMMS-R) mensinyalir bahwa faktor penyebab utama rendahnya mutu pendidikan adalah kondisi guru yang masih <em>mismath</em> dalam dua hal, yaitu penempatan guru yang tidak merata dan guru yang kualifikasinya tidak layak, atau mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan bidang keahliannya, sehingga perlu diupayakan mencari alternatif pemecahan terhadap persoalan guru dalam melaksanakan tugas baik sebagai pendidik maupun sebagai pengajar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IT">Kualitas guru dapat ditinjau dari dua segi, yaitu segi dari proses dan segi hasil. Berdasarkan segi proses, guru dikatakan berhasil apabila mampu melibatkan sebagian besar peserta didik secara aktif, baik fisik, mental maupun sosial dalam pembelajaran serta adanya rasa percaya diri. Sedangkan dari segi hasil, guru dikatakan berhasil apabila pembelajaran yang diberikannya mampu mengubah prilaku sebagian besar peserta didik ke arah penguasaan kompetensi dasar yang lebih baik. Menurut </span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;color:black;" lang="IT">R</span><span style="line-height:150%;color:black;" lang="IT">obert M Gagne (1985:22), faktor penyebab rendahnya kualitas hasil belajar disebabkan oleh dua faktor yaitu : (1)<strong> </strong>faktor internal yang berupa (a) kesiapan, (b) kemampuan, (c) pengetahuan prasyarat yang dimiliki siswa, (c) motivasi, (d) sikap percaya diri, (e) aspirasi, (f) bakat, dan (g) inteligensi, (2) faktor eksternal seperti (a) sarana dan prasarana, (b) cuaca, (c) iklim belajar, (d) bangunan sekolah, (e) ruang belajar dan sebagainya. Dalam pandangan </span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;color:black;" lang="IT">TIM PKG (1986:3), </span><span style="line-height:150%;color:black;" lang="IT">faktor penyebab rendahnya kualitas hasil belajar adalah (1) faktor siswa yang berupa kurangnya kemampuan memahami konsep diri, (b) takut , (c) tidak dapat berkomunikasi dengan guru, (d) kurang respon dan (2) faktor guru yaitu (a) struktur pengajaran  yang kurang/tidak tepat, (b) otoriter, (c) t</span><span style="color:black;" lang="IT">idak pernah memberikan pujian/penghargaan kepada prestasi siswa<strong>, </strong>(d) masa bodoh.<!--more--> </span></p>
<p>next &#8230;&#8230;&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rismono.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rismono.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rismono.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rismono.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rismono.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rismono.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rismono.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rismono.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rismono.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rismono.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rismono.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rismono.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rismono.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rismono.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismono.wordpress.com&amp;blog=10022507&amp;post=5&amp;subd=rismono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rismono.wordpress.com/2009/10/20/class-reform/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ccc17ed94c4dd46786e0d9a63a80bed8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rismono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://rismono.wordpress.com/2009/10/20/hello-world/</link>
		<comments>http://rismono.wordpress.com/2009/10/20/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 03:44:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rismono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismono.wordpress.com&amp;blog=10022507&amp;post=1&amp;subd=rismono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rismono.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rismono.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rismono.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rismono.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rismono.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rismono.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rismono.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rismono.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rismono.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rismono.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rismono.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rismono.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rismono.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rismono.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rismono.wordpress.com&amp;blog=10022507&amp;post=1&amp;subd=rismono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rismono.wordpress.com/2009/10/20/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ccc17ed94c4dd46786e0d9a63a80bed8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rismono</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
